Bertemu Dengan Para Idola di Museum De Arca

Bertemu Dengan Para Idola di Museum De Arca

Selalu saja ada spot menarik untuk dikunjungi di Yogyakarta. Salah satunya adalah Museum De Arca yang terletak di daerah Umbulharjo. Perihal Museum De Arca ini, saya sepertinya kurang updet alias kudet dengan keberadaan tempat wisata yang satu ini.

Biasanya, saya mengunjungi tempat-tempat yang sudah umum seperti Malioboro dan sekitarnya. Kali ini saya dan Nuri, teman saya yang juga sesama solo traveler mengeksplore ke Museum De Arca ini.

 

Tentang Nuri ini, dia adalah rekan kerja saya di tempat kerja sebelumnya. Kebetulan yang bersangkutan baru memutuskan untuk resign dan berniat traveling ke beberapa tempat. Sebelum sampai di Yogyakarta, dia lebih dulu melakukan solo traveling ke Bandung dan Pangandaran selama beberapa hari.

Sejak bulan Desember 2018, kami memang sudah janjian untuk bertemu di Yogyakarta. Dan Nuri pun sudah terlebih dahulu tiba di Yogyakarta pada tanggal 3 Januari 2019.

Posisi saya saat itu masih di Magelang karena ada hal yang harus diselesaikan dan baru bisa ke Yogyakarta tanggal 6 Januari 2019.

Jadi, Nuri dalam tiga hari itu mengeksplore Yogyakarta sendirian. Lha iya lah namanya juga solo traveler. Buat dia, no problemo apa pun kondisinyo.

 

Selama di Yogyakarta, Nuri menginap di salah satu hostel terkenal di kota pelajar tersebut. Biaya penginapan di hostel tersebut cukup murah dengan beberapa pilihan tempat seperti untuk family dan grup. Sudah barang tentu kamar untuk laki-laki dan perempuan dipisahkan tempatnya. Awalnya saya juga berniat menginap di hostel tersebut. Namun karena menginginkan privasi dan karena saya membawa laptop untuk menunjang pekerjaan, akhirnya saya putuskan untuk menginap di salah satu hotel. Jarak hotel tempat saya menginap dengan hostel tempat Nuri menginap cukup lumayan jauh, mungkin sekitar 1 kilometer.

 

Sebelum mengeksplore Museum De Arca, kami juga mengunjungi tempat-tempat seperti Taman Sari, Keraton, Sate Klatak Pak Pong dan tentunya juga mengunjungi Raminten. Tempat yang sudah terlalu mainstream di Yogyakarta hehehe….

 

 Solo Traveling

Melakukan solo traveling adalah hal yang saya sukai dan memang ada plus dan minus untuk hal ini. Dalam banyak sisi, solo traveling ini mungkin cocok untuk orang-orang yang independen.

Mereka tidak harus bergantung dengan kemauan orang lain dan melakukan kompromi dengan  orang lain atau dengan situasi yang ada.

Atas dasar itulah yang membuat saya dan Nuri untuk melakukan solo traveling. Walaupun ketika sampai di Yogyakarta, sudah tidak lagi solo traveler tapi menjadi duet wkwkwk….

 

Hari Selasa tanggal 8 Januari 2019, saya berada di lobby hostel tempat Nuri menginap sekaligus berdiskusi dengannya tentang tempat-tempat yang akan dieksplore hari itu.

Setelah melalui mbah gugel, akhirnya kami sepakat untuk mengeksplore Museum De Arca. Kalau sesama solo traveler bertemu pasti langsung dapat chemistry-nya. Begitu juga dengan kami, langsung cepat dalam mengambil keputusan tanpa banyak hambatan. Hal yang berbeda tentu apabila makin banyak orang dalam traveling, karena tentunya makin banyak pemikiran.

 

Museum De Arca

Dengan menggunakan jasa transportasi online, kami pun menuju Museum De Arca. Ternyata lokasi Museum De Arca dulunya adalah terminal bus. Sehingga namanya sekarang ini adalah XT Square. Dan ternyata XT sendiri maksudnya adalah eks terminal.

Selain Museum De Arca, di lokasi ini juga terdapat Museum De Mata dan D’Walik. Sehingga pengunjung bisa punya pilihan tempat yang akan dikunjunginya.

Museum De Mata menghadirkan suasana ilusi optik yang menarik. Sedangkan Museum D’Walik, sesuai dengan namanya, tempat ini menghadirkan suasana tempat yang terbalik.

Di sekitar museum, terdapat kios-kios makanan yang tentunya menyajikan pilihan makanan untuk pengunjung. Pilihan makanannya beragam dari makanan tradisional hingga fast food terdapat di tempat ini.

Kami pun membayar tiket masuk Museum De Arca sebesar Rp. 30.000/orang. Harga yang tentunya cukup terjangkau untuk umum.

 

Patung yang Menarik, Lucu dan Unik

Saat masuk ruangan museum, pengunjung langsung bertemu dengan beberapa patung pahlawan nasional, seperti Ki Hadjar Dewantara, Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin dan sebagainya.

 

Di salah satu bagian terdapat patung Spiderman dalam bentuk yang benar-benar bikin ketawa ngakak. Sosok Spiderman yang merupakan superhero, di tempat ini dibuat dengan berbadan gemuk, menggunakan kain batik dan berbelangkon. Mungkin ini adalah spesies Spiderman Gendutusjavanicus.

 

Apakah pembaca tahu Mr. Bean? Jika iya, ternyata patungnya juga berada di tempat ini. Sosok kocak, tengil, nyebelin dan kadang bikin mau nimpuk sandal aja kalau liat kelakuan Mr. Bean ini. Kalau saja orangnya ada beneran, pingin saya toyor aja kepalanya wkwkwk….

Rowan Atkinson menurut saya adalah aktor yang hebat dengan memerankan sosok Mr. Bean ini. Dari beberapa artikel yang saya baca ternyata Rowan Atkinson ini mempunyai IQ 178. Gak nyangka kan kalau dia sehebat itu. Selain itu dia juga mempunyai gelar magister teknik kimia. Kontradiktif banget, orang yang sangat cerdas kok mau-maunya memerankan tokoh Mr. Bean yang ahysudahlah….

 

Sumber : sportbible

Pemain sepakbola Cristiano Ronaldo alias CR7 juga ada patungnya di tempat ini. Mega bintang yang saat ini bermain di Juventus ini patungnya menggunakan kostum tim nasional Portugal. Saya pun berpose selebrasi ala Dybala Mask yang merupakan ciri khas Paulo Dybala, rekan setim CR7 di Juventus.

 

Tidak hanya patung superhero, di tempat ini juga ada patung villain. Tokoh berkarakter tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Joker. Dari beberapa artikel yang saya baca, kepopuleran Joker malah mengalahkan Batman dalam film The Dark Knight. Keren kan… jarang-jarang bisa terjadi seperti itu.

Dengan quote-nya “Why so serious”, sosok Joker selalu diingat hingga saat ini. Jika didalami, quote tersebut sangat bermakna untuk saya pribadi karena saya memang menjalani hidup terlalu serius.  Sehingga kurang fun, kurang easy going, kurang piknik atau apapun namanya.

Oleh karena itu, belakangan saya mencoba menjalani hidup untuk lebih santai dan menikmatinya.

Buat kamu-kamu yang hidupnya “terjebak” dengan rutinitas dan text book banget dengan segala aturannya, cobalah lebih bersantai dan menikmati hidup.

 

Patung para Presiden Republik Indonesia juga ada di tempat ini, termasuk juga Pak Jokowi. Kami pun berfoto dengan latar belakang patung tersebut. Oh ya, untuk bagian yang ini jangan dianggap kampanye lho ya wkwkwk…

Takutnya nanti malah disalah artikan, karena saat ini kan memang masa-masa menjelang pemilu presiden April 2019 hahaha…. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Pak Jokowi tetaplah seorang presiden dan tentunya simbol negara. Oleh karena itu, kami sangat respek kepada beliau.

 

Buat kamu yang berencana datang ke Yogyakarta, mungkin tempat ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang patut dipertimbangkan. Selamat berwisata dan hiduplah sederhana namun bermakna dan jangan terlalu serius….

 

44 thoughts on “Bertemu Dengan Para Idola di Museum De Arca

    1. Yang tinggal di Yogya malah belum tahu ya hahaha. Harga tiket untuk hari Senin-Jum’at pukul 10.00-15.00 Rp. 30.000, pukul 15.00-20.00 Rp. 40.000.
      Sedangkan hari Sabtu, Minggu dan libur nasional harga tiketnya Rp. 50.000.

  1. Itu spiderman-nya kocak banget siih pakai jarik sama blangkon segala. Kenapa ga sekalian ya dipakein baju lurik. Hehe..Menarik juga ini buat dieksplor Museum De Arca. Nanti lah kalau ke Jogja lagi. Semoga bukan trip nebeng, hahaha…

    1. Ya museumn Madame Tussaud ala Yogya, sekilas kaya gitu. Tapi kalo Madame Tussaud dari lilin, kalo yang De Arca sepertinya bukan dari lilin.

  2. Insyaallah, bulan Maret ada event ke Yogya. Semoga bisa mampir ke Museum De Arca yang uniknya bikin penasaran. Apalagi di dekatnya ada Museum lain juga. Sekalian jalan, asik nik. Mas Ris akan menulis khusus tentang Museum De Mata dan D’Walik juga?

    1. Awal Maret saya juga insha Allah saya ke Yogya lagi.
      Waktu itu saya tidak sempat eksplore Museum De Mata dan D’Walik karena pas banget ada kedatangan darmawisata siswa sekolah yang jumlahnya puluhan. Jadi daripada antri masuk lagi kedua museum tersebut, saya putuskan untuk mengeksplore tempat lainnya.

  3. Aku pernah ke D Arca sama D Mata, di tempat yang sama. Tapi waktu itu patungnya belum sebanyak sekarang. Baca tulisan ini, aku koq jadi tergoda solo traveling yaa

  4. Wah anakku bisa protes nih kalau melihat tokoh favorit nya Spiderman berubah kostumnya. Tapi dia juga senang karena ada patung CR7 di kalau di D Arca ini.
    Saya akan ajak anak anak ke D Arca ini. Terima kasih infonya.

    1. Kalau menurut saya sih lumayan mirip, tapi ada beberapa patung lain yang memang gak mirip. Patung siapa saja? Silakan datang sendiri aja ya hahaha….

  5. Udah tau dari dulu sih tempat ini cuma belum pernah masuk cuma lewat XT square aja haha, kayanya di dalem ada spot 3D juga ya untuk foto2 unik, pernah liat sih foto2 temen dsni bagus2 spot 3D nya

  6. Aku juga kudet belum ke tempat bertemunya para idola yaitu Museum De Arca. Pernah baca De Mata..ternyata satu lokasi berarti
    Paling suka sama Spiderman-nya..idenya boleh juga hahah
    Nanti kalau ke Jogja mesti mampir ini.
    Seneng ya solo traveling, Mas.
    Dulu jaman muda saya juga suka solo traveling, sekarang enggak pede lagi, faktor umur kali..:D

    1. Kalo sudah berkeluarga ya bareng sama keluarganya saja mbak travelingnya. Udah beda preferensinya jika dibandingkan dengan yang masih belum berkeluarga hehehe…

  7. Museum de arca ini satu dengan de mata mas? kok akyu ga mudeng, udah baca dua kali ini.

    Seru juga yaa museum se menarik ini bikin ga ada yg bosen utk main ke museum.

  8. Oya mas ris ini patung2nya terbuat dari apa ya? Kalo madame tussaud kan dari lilin..
    Patung mr beannya mirip sih ketimbang CR7 nya. Hahah.. duh ternyata mr bean alumni tekkim.. tos dulu om.. hahaha..

    1. Bahannya sih sepertinya bukan dari lilin, tapi dari material yang keras. Anak Teknik Kimia itu cocoknya kerjanya di pabrik. Eh iya gak sih hahahah….

  9. museum De Arca nya sepertinya menarik untuk dikunjungi, nanti kalau pulkam pingin sekalian mampir…

    oiya, aku kan belum pernah nyobain solo traveller, kasih tips and triknya dong bang… hehe…

    1. Duh saya bukan expert yang bisa kasih tips-tips tentang solo traveler. Mau traveling dalam grup ataupun solo, itu soal preferensi aja. Nanti kalo sudah nyaman, juga mengalir sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *