Menikmati Sensasi Lava Tour Merapi

Menikmati Sensasi Lava Tour Merapi

Setelah, beberapa bulan sebelumnya, saya traveling ke Merapi dengan melalui pendakian, kali ini saya berkesempatan untuk traveling dengan menggunakan kendaraan jeep.

Bermula dari ajakan beberapa rekan kerja seusai sebuah kegiatan di Yogyakarta, maka akhirnya saya pun menerima ajakan tersebut. Awalnya saya memang ragu untuk bergabung, tetapi karena saya penasaran dengan traveling dengan kendaraan jeep tersebut akhirnya saya pun bergabung dengan mereka.

Jenis traveling dengan menggunakan jeep tersebut popular dengan nama Lava Tour Merapi. Bermula dari erupsi Gunung Merapi tahun 2010, kendaraan jeep akhirnya menjadi popular untuk sarana berwisata hingga saat ini.

Kami berempat yaitu saya, Mas Mamed, Mas Tri dan Bang Jack menggunakan Pujangga Adventure Merapi sebagai operator tur. Ada beberapa pilihan untuk Lava Tour Merapi seperti short, medium dan long trip.

Informasi yang disampaikan oleh Bang Jack bahwa saat itu biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 550.000. Ini adalah paket long trip karena harganya yang lumayan mahal. Kalau sesuai dengan informasi yang tertera, sebenarnya ada 6 spot dalam long trip ini, tapi kami memilih untuk mengunjungi 3 spot saja. Hal ini dikarenakan kami ingin menikmati pilihan tempat yang ada sampai puas tanpa harus berpindah-pindah ke tempat lain mengingat jarak dan waktu yang harus kami pertimbangkan.

Kami pun menggunakan sebuah jeep warna hijau, sedangkan pengemudinya bernama Pak Dedi.

Selama wisatawan melakukan Lava Tour Merapi, aspek keselamatan menjadi hal utama yang harus oleh pihak operator tur. Wisatawan pun diwajibkan menggunakan helm untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Petilasan Mbah Maridjan

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Petilasan Mbah Maridjan. Sesuai dengan informasi yang disampaikan Pak Dedi bahwa di petilasan inilah jenazah Mbah Maridjan, Sang Juru Kunci Merapi ditemukan.

Petilasan sendiri dibuat dalam bentuk joglo dengan bangunan seperti makam di tengahnya, tetapi sebetulnya itu bukanlah makam Mbah Maridjan. Sebuah foto Mbah Maridjan dengan ukuran sangat besar terpasang di sini. Pengunjung pun diharuskan melepaskan alas kaki jika masuk ke area dalam petilasan ini.

Di sisi kiri bangunan petilasan terdapat bangunan berisi barang-barang dan dokumentasi saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010 yang lalu.

Benda yang paling mencolok di tempat ini adalah sebuah mobil dan dua buah sepeda motor yang hanya tinggal kerangkanya saja. Bisa dibayangkan betapa luar biasanya aliran lahar Gunung Merapi saat itu.

Di tempat ini juga terdapat foto-foto dokumentasi proses evakuasi warga di tengah hujan abu.

Foto-foto tersebut sungguh-sungguh akan mengaduk-aduk emosi. Beberapa foto memperlihatkan bagian wajah warga yang dipenuhi abu vulkanik Gunung Merapi. Karena saya tipe kepribadian melankolis, tidak terasa air mata menetes di pipi. Tipe ini memang mudah menangis kalau ada sesuatu yang mengharukan. Biarlah kalau ada yang bilang “Muka Rambo tapi Hati Rinto.”

Di seberang jalan area petilasan ini, terdapat sebuah masjid berukuran sedang untuk tempat beribadah bagi pengunjung Petilasan Mbah Maridjan. Suasana saat itu sangat cerah sehingga ketika melepaskan alas kaki saat mau mengambil air wudhu, panasnya lantai semen sangat terasa di kaki. Namun saat berada di dalam masjid, terasa sangat sejuk karena banyak angin berhembus ke dalam masjid ini.

 

Bunker Kaliadem

Setelah dari Petilasan Mbah Maridjan, kami pun mengunjungi spot berikutnya yaitu Bunker Kaliadem. Perjalanan ke arah spot ini rupanya cukup menantang karena jalannya dipenuhi dengan batu-batu ukuran besar sehingga sering kali jeep berguncang-guncang melewati bebatuan tersebut. Rupanya disinilah helm itu benar-benar berguna, karena terkadang kepala terbentur dengan pipa besi di bagian jeep.

Di sepanjang perjalanan, dua rekan kerja saya yaitu Mas Tri dan Bang Jack sibuk menyapa wisatawan lain setiap berpapasan dengan mereka. Boleh dibilang mereka ini sok akrab dan Sok Kenal Sok Dekat (SKSD). Saya (dan mungkin juga Mas Mamed) geleng-geleng saja antara risih dan malu bareng mereka. Ada pasangan muda-mudi naik motor dan berpapasan  dengan kami pun disapa “Cieee pacaran….”.

Beberapa kali rombongan lain pun di sapa dengan “Hai Pak/Bu mau ke Merapi ya?” dan sapaan SKSD lainnya. Kadang-kadang bahkan sok kenal dengan asal sebut nama orang… benar-benar malu-maluin deh saat itu. Orang yang disapa pun cuma terbengong-bengong dan melihat ke arah kami dengan pandangan yang aneh.

Kalau sudah begini, saya pura-pura aja gak kenal dengan Mas Tri dan Bang Jack wkwkwk…

Sesampainya di Bunker Kaliadem, kami pun mencari spot terbaik untuk berfoto. Berdasarkan informasi dari Pak Dedi bahwa Bunker Kaliadem ini awalnya digunakan untuk berlindung dari hujan abu vulkanik. Pada saat erupsi Gunung Merapi, ada dua orang yang rupanya menggunakan tempat ini untuk berlindung. Namun apa daya, lahar memasuki bunker tersebut sehingga kedua orang tersebut meninggal karenanya.

Di bagian tengah Bunker Kaliadem terdapat bongkahan batu sebagai bukti lahar yang memasuki bunker tersebut.

 

Batu Alien

Setelah dari Bunker Kaliadem, kami pun menuju spot yang ketiga yaitu Batu Alien. Dari penjelasan Pak Dedi, batu ini disebut demikian karena “Ngalihan” artinya beralih. Kisahnya memang batu tersebut terlempar dari posisi awalnya sebagai akibat dari erupsi Gunung Merapi. Posisi batu berdiri ternyata menimpa kandang sapi warga pada saat itu. Agar terdengar ngehits kata Ngalihan pun diganti dengan Alien.

Versi lainnya dan ini saya baca di beberapa artikel, bentuk batu tersebut terlihat seperti wajah manusia atau alien dengan mata, hidung, mulut dan telinga.

Entah versi mana yang benar, tapi Pak Dedi juga menunjukkan kepada kami bahwa batu itu memang mirip dengan wajah manusia atau alien.

Di sebelah Batu Alien terdapat spot foto yang cukup menarik dengan latar belakang pepohonan.

 

Kali Kuning

Spot yang terakhir adalah Kali Kuning. Ingat ya, Kali Kuning… bukan Sunan Kuning. Karena kedua tempat itu berbeda lokasi. Oh ya, gak usah juga searching Mbah Google perihal Sunan Kuning ini wkwkwk…. Kali Kuning ini menjadi lokasi untuk bermain basah-basahan menggunakan jeep. Bang Jack rupanya diam-diam sudah berpesan kepada Pak Dedi agar membuat Mas Tri basah kuyup saat di Kali Kuning ini. Posisi duduk Mas Tri yang berada di samping kiri Pak Dedi rupanya malah menjadi sasaran empuk untuk basah-basahan.

Pak Dedi sangat mahir dalam mengendarai jeep melewati genangan air. Saat roda jeep melaju cepat dan membelah air, maka hempasan air pun mengenai orang yang ada di jeep. Rupanya Pak Dedi ini bisa bermanuver sedemikian rupa dan bisa membuat hempasan-hempasan air mengenai Pak Tri. Setelah beberapa kali putaran, Pak Dedi menghentikan mobilnya untuk sekedar memanaskan mesin kembali.

Kami mengulangi beberapa putaran melewati genangan air. Kali ini Mas Tri tidak mau duduk di samping Pak Dedi, maka mau tak mau saya pun yang ada di posisi duduk itu.

Pak Dedi lagi-lagi bermanuver sehingga giliran saya yang kebasahan terkena hempasan air dari sisi kiri dan depan. Beberapa jeep lain juga ada di lokasi ini untuk bermain basah-basahan. Teriakan-teriakan heboh terdengar saat itu saat jeep-jeep tersebut bermanuver.

Penasaran dengan pengalaman Lava Tour Merapi? Silakan datangi saja ke lokasi, puluhan jeep siap menanti kamu.

47 thoughts on “Menikmati Sensasi Lava Tour Merapi

  1. Kok enak sih mas ris pas ke sini sepi gitu, ya ampun pas aku ke sana kaya pasar tumpah. Waktu itu aku ambil yang jarak pendek jadi nggak ke petilasan Mbah Maridjan 🙁 jadi pengen ke sana lagi

  2. Pernah kesini pas bgt setelah beberapa bulan Merapi meletus, waktu itu suasananya belum sebagus ini, lingkungan masih gersang dan msh banyak debu dan kabut jalanan masih susah dilalui akibat bencana, trus petilasan Mbah Marijan belum tertata rapi kaya yg difoto, sekarang udh keren bgt yaa jadi mau kesana lagi hehe

    1. Wow, pasti suasanya masih alami banget saat itu.
      Liat foto hujan debu aja sudah bikin saya emosional, gimana liat kondisi aslinya ya.

  3. Mas Muka Rambo Hati Rinto kwkwwk
    Kok jadi mupeng saya menikmati sensasi lava tour Merapi…Duh, belum kesampaian juga ini..
    Oh ya, pertanyaannya, dimanakah makam Mbah Maridjan berada kalau itu cuma tempat ditemukannya. Aku lupa atau enggak ngikuti dulu ya, Beliau ditemukan sudah jadi korban atau tidak pernah ditemukan?

    1. Kalau saya baca saat browsing, beliau dimakamkan di salah satu TPU.
      Beliau ditemukan sudah menjadi korban.
      Dan memang dari banyak kabar yang saya tahu, Mbah Maridjan ini selalu menolak ketika diminta untuk ikut evakuasi.

  4. Tos kita Mas Ris !
    Sayapun ‘menikmati’ sensasi lava tour Merapi, terlebih saat driver jeep menceritakan bagaimana saat Merapi erupsi…. dibandingkan dengan saat ini sambil menunjukkan yang masih tersisa. ..

    1. Iya mbak. Saat ini sudah ada aturan bahwa desa yang terletak 4 km dari Merapi harus dikosongkan. Ini semua tentunya untuk keselamatan masyarakat setempat.

  5. Sudah beberapa kali baca dan lihat foto teman yg review Lava Tour Merapuli dan sempat googling juga.
    Ketika lihat foto-foto para korban merapi rasanya emang teraduk-aduk emosinya. Gak kuat euy.

  6. Tahun lalu ke Yogya ikut lava tour merapi dan sepertinya menggunakan tour yang sama: Pujangga Adventure!
    Paling gak bisa nahan nangis pas di Petilasan Mbah Maridjan.
    Jadi pengen balik lagi ke Yogya~

  7. Seru banget Lava Tour Merapi pake Jeep nya. Sempet coba Jeep Tour di lokasi wisata Goa Pindul aja, udah seru banget, kebayang di Merapi pasti lebih seru. Worth a try, then.

  8. Saya belum pernah tour merapi. Ada beberapa pilihan tempat ya. Saya bisa merinding kalau ke petilasan mba Marijan karena cerita ke heroikan beliau.
    Dan ternyata bisa basah basahan juga naik jeep.

  9. Merapi ini punya kenangan tersendiri buat saya, karena sebulan sebelum merapi meletus saya sempat kesana bahkan masih bisa bertemu mbah Marijan. Saya penasaran banget disana sekarang kayak gimana, mudah-mudahan punya rejeki dan bisa ngerasain serunya lava tour merapi naik jeep

  10. Trip Lava Tour Merapi pakai Jeep emang aduhai banget ya. 2017 kesana keluar homestay nya pagi banget pas di jalan menuju Merapi ada drama pohon tumbang. Mungkin dikasih drama itu karena yang ikut trip nya orang orang yang suka drama kali yaa haha.

    Dirimu mengeluarkan uneg uneg dengan teriakan yang kenceng ga pas di Kali Kuning? Haha

  11. Aku belum pernah.. dan jadi pengen deh, hehe. Lava Tour Merapi.. pengen naik jeepnya. Pernah naik jeep di Situlembang Bandung agak-agak off road gitu karena emang jalanan nanjak dan rusak.Nah jadi penasaran yang di sini deh. Menarik banget yang manuver di air itu. Asik kayaknya…

  12. Jadi kalo sewa jeep ini long trip atau short trip bayarnya tetep 550 ribu atau beda mas ris?
    Pengen ih jalan2 lava tour gitu.. seru kayaknya.. eh terus btw makan mbah maridjan kalo nggak di petilasan itu jadinya dimana gitu mas ris?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *