Juve Bar : Tempat Nongkrong Para Juventini

Juve Bar : Tempat Nongkrong Para Juventini

Sebagai intro, saya sebenarnya males kalau harus menulis artikel tentang hotel/penginapan, resto/kafe atau semacamnya. Namun, kali ini ada pengecualian untuk hal tersebut. Karena bagaimanapun saya adalah tifosi Juventus.

 

Oke, sebelum membahas lebih lanjut, adakah pembaca yang tahu dengan Juventus? Kalau iya, apa kesan yang pertama kali mendengar klub dengan julukan Bianconeri tersebut? Pastinya ada kesan positif dan tentunya ada juga kesan negatif. Kalau di sini ngomongin yang baik-baik saja tentu akan menjadi subyektif. Sekarang, adakah kesan negatif yang terlintas di benak pembaca? Calciopoli, sering dibantu wasit atau Badut Eropa?

 

Kalau untuk kesan yang pertama dan kedua, hal tersebut masih menjadi pro dan kontra di kalangan penggila Juventus sendiri. Mayoritas Juventini di seluruh dunia pasti menyatakan bahwa terseretnya Juventus dalam Calciopoli adalah sebuah konspirasi besar saat tahun 2006. Kalau konspirasinya dijabarin di artikel ini, bisa jadi tebalnya seperti skripsi.

Mengenai image sebagai klub yang sering dibantu wasit, orang umumnya akan beralasan karena seringnya Juventus mendapatkan hadiah penalti atau hal lain yang secara kontroversial sering dianggap menguntungkan Juve di kompetisi Liga Italia.

Padahal secara statistik, sebenarnya ada klub lain yang lebih sering mendapatkan penalti dari sang pengadil lapangan dibandingkan dengan Juventus.

Sumber : Meme Troll Sepak Bola
Sumber : Meme Troll Sepak Bola

Perihal Badut Eropa, saya secara obyektif memang harus mengakui penampilan Juventus di kancah Eropa tidak seperti yang diharapkan. Berkali-kali klub ini gagal di final Liga Champion, bahkan sering menjadi bulan-bulanan tim lawan. Karena itu, muncullah anggapan kalau Juve tampil di ajang kompetisi tertinggi Benua Biru tersebut hanya untuk lucu-lucuan saja. Terakhir, pada tanggal 17 April 2019 di Allianz Stadium, Juventus takluk 1-2 dari Ajax Amsterdam. Sehingga Juve pun tersingkir dari perempat final Liga Champion. Di Indonesia, tanggal 17 April sendiri adalah hari untuk nyoblos Pemilu. Bisa dibayangkan suasana hati para Juventini saat itu, sedih-sedih gimana gitu hahaha…

 

Permainan Juventus pun belakangan mendapat kritikan pedas dari para penggemarnya karena terlalu sering melakukan backpass dalam satu pertandingan. Di samping itu, Juventus sama sekali tidak menampilkan permainan yang penuh semangat dan determinasi.

Mohon maaf, buat pembaca yang bergender perempuan, jika kurang paham dengan bacaan tentang si kulit bundar ini. Karena kan biasanya melototin tutorial tentang make up atau bacaan tentang skincare. Betul kan ya?…

 

Juve Bar

Daripada mikirin kekalahan Juve, yang bikin mangkel hati ini, mendingan kulineran sekalian melampiaskan emosi. Nah, kebetulan ada tempat yang kental banget atmosfir Juventusnya. Sebenarnya sih nama aslinya Ciao Gelato, tapi entah kenapa malah lebih populer dengan nama Juve Bar. Adapun alamatnya terletak di Jl. Doktor Sutomo No. 46, Baciro, Kec. Danurejan, Kota Yogyakarta.

Pasti ada yang bertanya, lho kok ada embel-embel “bar”-nya? Apakah menjual minuman beralkohol dan semacamnya? Tenang … di tempat ini sebenarnya adalah sebuah kafe yang menjual gelato dan beberapa menu lainnya. Jadi jangan takut ya untuk datang ke tempat ini. Syukur-syukur nanti setelah datang ke tempat ini, menjadi suka dengan Juventus wkwkwk…

Sesuai dengan kostum Juventus, tempat ini didominasi oleh warna hitam dan putih. Di beberapa bagian dinding kafe, terdapat foto-foto pemain Juve, termasuk Sang Mega Bintang, Cristiano Ronaldo.

Beberapa foto piala yang diraih oleh Juve juga dipajang di tempat ini. Pernak-pernik lainnya juga ada di tempat ini, pokoknya seru deh. Oh ya, daripada tulisan ini kepanjangan, informasinya saya buat sedikit saja. Kalau pembaca masih penasaran juga, nanti saya ajak deh datang ke tempat ini. Atau bisa juga datang sendiri, toh Yogyakarta selalu aman buat kunjungan wisata. Karena Yogyakarta selalu istimewa…

Sebagai penutup, jadilah fans yang selalu mendukung timnya, baik saat kalah atau menang, saat berprestasi maupun saat terpuruk…. Karena roda akan selalu berputar….

67 thoughts on “Juve Bar : Tempat Nongkrong Para Juventini

    1. Juventino itu untuk sebutan tunggal untuk fansnya Juve yang laki-laki. Kalo dalam bentuk jamak, fans laki-lakinya disebut Juventini.
      Oh ya satu lagi, penggunaan kata “para” diperbolehkan untuk kata yang menyatakan pengertian jamak.
      Semoga membantu ya…

  1. Gak ngerti sama klub-klub sepak bola dunia tapi ya sesekali denger sih nama klub juventus, seru pastinya y buat para juventini ad tempat yang asik buat nongkrong dan berbagi cerita tentang idola klubnya. Harga dimenunya asik juga gak Mas 😁

    1. Harga menunya masih wajar kok mbak.
      Cuma mungkin tidak seramai dengan gelato lain yang lebih populer di Yogya..

  2. Wah wah.. rupanya mase penganut paham ‘lelaki sejati hanya setia pada satu nyonya’ yha 😃

    Oia.. cowok juga ada lho yg ga suka bola. Ngikutin dunia makeup dan perskinkeran. Hail.. glowing skin! 😜😜

    1. Quote-nya Alessandro Del Piero “A true gentleman never leaves his lady”, masih membekas sampai saat ini.
      Sekian dan terima gajih.

  3. Awal baca prolognya jie prolog. Rada2 ramudeng. Maklum bukan juventini atau fans sepak bola manapun.

    Nemu aja ya fans sama tempat itu. Ikatan batin sepertinya 🤭

    1. Paling enak emang bagian konentator bola Bang. Kadang-kadang sok lebih pinter dari yang main bola di lapangan.

  4. Tos kita mas Ris. Juventus adalah salah satu team favorit saya. Sepertinya saya bisa ‘tenggelam’ keasikan sendiri kalau nongkrong2 imut di cafe juve sambil jepret2. Kebetulan, insyaallah agustus saya ada rencana ke Yogyakarta. Terimakasih Mas Ris info menariknya

  5. Tempatnya asik nih kayaknya walaupun sebenernya saya bukan fans juve banget… mngkin nanti klo ke jogja mesti mampir kesini…

    1. Terima kasih sudah mampir. Gak apa-apa bukan Juventini, siapa tahu kamu punya pacar cewek yang juga fansnya Juve, jadinya berubah pikiran deh…

  6. Koq aku ketawa di paragraf Mas Rist minta maaf pada pembaca perempuan yaa. Meski tak suka baca tentang tutorial make up, sayangnya aku pun bukan pecinta sepak bola. Tapi aku pecinta es krim, senang liat gelatonya, nampak enak dan segar. Pas kita ke Jogja tak le kafe ini ya Mas, ayok lah kita ke Jogja lagi

  7. Aku bukan Juventini tapi anak laki laki ku fans berat Christiano Ronaldo, semua yang berhubungan dengan CR7 pasti disukainya.
    Dia pasti suka nih jika diajak ke Juve Bar ini.
    Kalau ibunya nikmati ice creamnya saja deh.

  8. Pas pertama baca bener-bener ga ngerti tentang per sepak bolaan, karena bener Mas Ris seringnya liat video tutorial make up dan skin care. but jadi penasaran klo ke Yogya kepengen kesini biar berasa uforia juventusnya.
    Terima kasih buat ulasannya.

    1. Iya, fans yang setia seperti itu.
      Beda dengan fans yang (maaf) karbitan.
      Cuma mau mendukung pas lagi jaya aja.

  9. Dulu pernah eyeing juventus jaman2 abis piala dunia pas itali menang.. bufon pernah di juve kan ya mas ris? Nah aku suka mas bufon.. hahah..
    Abis itu kena kasus pengaturan skor.. balik kanan ngamatin liga inggris.. hahah..

  10. Wah.. aku belum sempat ke sana setiap ke Yogya.. kapan-kapan ah mampir.

    Enggak peduli sama omongan orang perihal performance mereka gak kayak dulu lagi bagi gue Juventus teuteup okeh.

    Dari jaman Alesandro Del Piero bela-belain beli tabloid Bola biar bisa baca tentang mereka 😀😁

    Gracio La Vechia Signora 😉

    Thanks tulisannya ternyata kita satu tim kesayangan 😁

  11. Ya ampun ternyata di bola pun ada drama, pake ada segala konspirasi ya.

    Wah kafe ini nggak takut apa ya ketinggalan pelanggan yg dukung team lain. Hahahaha

    1. Pernah ada survey di bbrp tahun yang lalu, pendukung Juve di Indonesia itu terbesar ke-2 setelah di Italia sendiri.
      Jadi, kecil kemungkinan ditinggal pelanggannya.

  12. Oalah Juventini toh. Gimana sekarang pas punya Ronaldo membaik? hoho

    Kalau di Paris orang menganggap sepak bola seperti agama, bahkan kalau ada tanding bola jalanan sepi karena mostly orang”nya nobar hahaha

    Salam #GGMU 😹

    1. Kalo di kompetisi Eropa, masih sama saja. Kalah maning-kalah maning.
      Yang menganggap sepak bola seperti agama itu juga terjadi di Italia sana.

      Oalah Ibu MC ternyata fans-nya MU, sama seperti abangdayu dong ya…

  13. Suka dengan endingnya..
    Kalau jadi fans ya yang loyal dong. Giliran menang disanjung pas kalah “ditundung”
    Jadi penasaran sama Juve Bar yang ternyata bukan bar :D.., tempat nongkrong para Juventini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *